Dalil Tentang Berbisnis
*๐ HUKUM MENGAMBIL KEUNTUNGAN BISNIS LEBIH DARI SERATUS PERSEN* ✍๐ป Oleh Ustadz Fajar Brilianto Allah Ta’ala berfirman: َูุฃَุญََّู ุงَُّููู ุงْูุจَْูุนَ َูุญَุฑَّู
َ ุงูุฑِّุจَุง “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah: 275) Allah Ta’ala juga berfirman: َْููุณَ ุนََُْูููู
ْ ุฌَُูุงุญٌ ุฃَْู ุชَุจْุชَุบُูุง َูุถًْูุง ู
ِْู ุฑَุจُِّูู
ْ “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rizki hasil perniagaan) dari Rabbmu”. (QS. Al-Baqarah: 198) Atas dasar ini maka para Ulama menetapkan: ุฃู ุงูุฃุตู ูู ุงูุนููุฏ ูุงูู
ุนุงู
ูุงุช ุงูุฅุจุงุญุฉ ููุง ูุญุฑู
ู
ููุง ุฅูุง ู
ุง ูุฑุฏ ุงูุดุฑุน ุจุชุญุฑูู
ู “Hukum asal perjanjian dan mu'amalat (semisal perdagangan dan sebagainya) adalah boleh dan tidak diharamkan kecuali jika ada nash syari'at yang mengharamkannya.“ Kaidah di atas merupakan kaidah yang dinyatakan oleh sebagian besar ulama kalangan Madzhab Hanafi (Tabyiinul Haqoo’iq IV:78), Ulama Madzhab Maliki (ad Dzakhiroh I:155), Ulama Madzhab Syafi’I (ar Risaalah karya Imam Syaf’I rahimahullah hal...